h1

Idealisme dan Realitas

Januari 31, 2007

Obrolan ringan dengan seorang sahabat yang sudah lama tak berjumpa, baik di dunia nyata maupun maya. Saat ini pun hanya mengobrol via YM. Teringat sosok dia yang dulu idealis, yang membawa dia ke dunia kemiliteran. Tp dunia kemiliteran akhirnya tidak sesuai dengan jiwanya.. hanya bertahan 3 bulan dia keluar, dan melanjutkan hidup di dunia sipil… sekolah di Fakultas Kedokteran. Dari sana kita kehilangan kontak… hanya berjumpa di saat reuni yang tidak memberikan ruang untuk mengobrol lebih banyak.

Sampai pada pertanyaan, lu ada kerjaan gak?… Yah bingung jadinya.. dia menurut hitunganku sudah lulus dan sekarang mungkin sudah PTT. Berlanjut ke pembicaraan dia yang menyatakan mau cari kerjaan selain dokter, hal ini dikarenakan untuk menjadi dokter di perlukan 3 hal yaitu, (i) koneksi (ii) uang (iii) otak yang cemerlang. Nah dia tidak punya ketiga-tiganya..(dokter kok gak cemerlang otaknya!! ). Ok.. dan dia mulai menceritakan praktek mafia di kedokteran, dimana berlaku senior junior, junior yang banyak kerja dan senior yang terima uangnya. Dan semua itu di mulai dari uang.. semua jenjang karier di kedokteran harus dimulai dengan investasi yang tidak sedikit (dokter umum sekarang sudah tidak laku, musti ambil spesialis). Ternyata dunia kerja gak beda jauh ya.. senior akan lebih berkuasa. Belum lagi mafia dokter dengan dunia farmasi. Yang jatuhnya akan membuat penderita (tentunya orang yang terkena musibah dan kesusahan) akan semakin susah karena ongkos berobat semakin mahal. Dia tidak setuju praktek mafia seperti itu!!!

OK singkat kata dia menceritakan cita-cita dia, dia gak mau masuk ke dunia kedokteran, karena dia gak mau hidup dengan sistem mafia seperti itu.  Jadi cita-cita dia adalah ilmu kedokteran akan dijadikan ajang beramal dia, dan dia akan mencari uang dari jalan yang lain. Dia akan prioritaskan orang-orang yang gak mampu, sehingga orang tidak mampupun akan dapat merasakan layanan kesehatan. Tidak seperti sekarang .. uang akan berbicara dulu sebelum layanan.

Ok men.. aku salut ama cita-citamu.. tidak banyak teman aku yang punya cita-cita itu. Dan kamu belum berubah.. idealisme masih membara.. wujudkan cita-cita itu.. semoga Tuhan mempermudah jalanmu. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: